“Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu’ kemudian mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya tersebut setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya tersebut bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya bersama air wudhu’ atau bersama tetesan akhir air wudhu’, hingga ia selesai dari wudhu’nya dalam keadaan suci dan bersih dari dosa -dosa.”
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 Juli 2012
Jadikan Saja Aku yang ke dua
Kawan, jangan kau cinta aku
Bisa jadi kau kecewa padaku
Namun, jangan pula kau benci padaku
Bisa jadi kau belum tahu siapa aku
Bisa jadi kau kecewa padaku
Namun, jangan pula kau benci padaku
Bisa jadi kau belum tahu siapa aku
Aku dan kau hanya butuh sepasang tangan
Yang akan kita genggam kala kita melangkah
Aku dan kau hanya butuh sepasang telinga
Yang siap mendengar, kala jengah kita telah memuncak
Aku dan kau hanya butuh sepotong hati
Untuk bersandar atas segala lelah
Yang akan kita genggam kala kita melangkah
Aku dan kau hanya butuh sepasang telinga
Yang siap mendengar, kala jengah kita telah memuncak
Aku dan kau hanya butuh sepotong hati
Untuk bersandar atas segala lelah
Tapi maaf, jadikan saja aku yang kedua
Dan aku pun ingin jadikan kau bukan yang pertama
Kau tahu kawan, Allah itu yang pertama
Dan tidak akan menjadi kesekian
Dan aku pun ingin jadikan kau bukan yang pertama
Kau tahu kawan, Allah itu yang pertama
Dan tidak akan menjadi kesekian
Ingat kawan, ingatkan pula aku
Bahwa aku bisa lelah
Bahwa aku bisa berpaling
Bahwa aku bisa lelah
Bahwa aku bisa berpaling
Aku bisa abaikan kau
Meski dulu beribu kagum tercurah untukku
Aku bisa selembut angin pegunungan
Juga kadang berubah bak lahar yang mengalir
Meski dulu beribu kagum tercurah untukku
Aku bisa selembut angin pegunungan
Juga kadang berubah bak lahar yang mengalir
Kawan, aku khilaf perhatikan kau
Telingaku kerap mendadak tuli
Ku bungkam akan dukamu
Yang lalu lalang menjadi bayang
Telingaku kerap mendadak tuli
Ku bungkam akan dukamu
Yang lalu lalang menjadi bayang
Ada sebuah kalimat
Kau bercerita duka pada yang sedang berduka
Dan suka tidak akan kau dapat
Kau bercerita duka pada yang sedang berduka
Dan suka tidak akan kau dapat
Kita pernah terjatuh
Dan kita pernah terlupa
Dan kita pernah terlupa
Segala rasa biar menjadi warna
Untuk kita
Bukan jadi milik bersama
Untuk kita
Bukan jadi milik bersama
Tegur aku dalam ketidaksukaan
Tegur aku dalam kebencian
Dan dunia, abaikan saja
Tegur aku dalam kebencian
Dan dunia, abaikan saja
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/20665/jadikan-saja-aku-yang-kedua/#ixzz21KpKPzly
Langganan:
Postingan (Atom)
