Musik yang dimainkan oleh Payung Teduh tidak memiliki batasan tersendiri, musik yang dimainkan oleh Payung Teduh yaitu musik Payung Teduh itu sendiri. Pada album pertama ini bisa dibilang karakter musik yang dibawakan seperti musik di era golden60’s dengan balutan keroncong dan jazz. Dan jika ditanya jenis musik apa yang diusung oleh Payung Teduh, maka Payung Teduh menyerahkan sepenuhnya kepada pendengar. Dalam pengertian bahwa payung teduh tidak akan hanya berhenti di satu gendre tertentu, namun yang pasti tetap bermusik dengan ciri yang sudah mereka miliki.
Minggu, 16 November 2014
BIOGRAPHY PAYUNG TEDUH
Musik yang dimainkan oleh Payung Teduh tidak memiliki batasan tersendiri, musik yang dimainkan oleh Payung Teduh yaitu musik Payung Teduh itu sendiri. Pada album pertama ini bisa dibilang karakter musik yang dibawakan seperti musik di era golden60’s dengan balutan keroncong dan jazz. Dan jika ditanya jenis musik apa yang diusung oleh Payung Teduh, maka Payung Teduh menyerahkan sepenuhnya kepada pendengar. Dalam pengertian bahwa payung teduh tidak akan hanya berhenti di satu gendre tertentu, namun yang pasti tetap bermusik dengan ciri yang sudah mereka miliki.
Jumat, 20 April 2012
Album A Twist in My Story - Secondhand Serenane
1. Like a Knife
2. Fall for You
3. Maybe
4. Stranger
5. Your Call
6. Suppose
7. Twist in My Story
8. Why
9. Stay Close, Don't Go
10. Pretend
11. Goodbye
Album Awake - Secondhand Serenade
1. Half Alive
2. Broken
3. Vulnerable
4. Your Call
5. Maybe
6. Its Not Over
7. I Hate This Song
8. Awake
9. Take Me With You
10. Let It Roll
11. Last Song Ever
12. End
Minggu, 15 April 2012
Superman Is Dead
» Bobby Cool (beer drinker, lead vocal, guitar, well-known as "The Bastard Child of Fat Mike" since his voice sounds pretty similar with that NOFX frontman)
» Eka Rock (beer drinker, bass, backing vocal, warm smilin' Rock 'N Roll bandman)
» Jerinx (hairwax junkie, drum, beer drinkin' Rock'N Roll prince charming)
Nama tendensius Superman Is Dead (SID) dicomot dari Stone Temple Pilot's "Superman Silvergun". Namun karena dianggap miskin konotasi, zonder rasa bersalah secara sewenang-wenang nama tersebut lalu diganti menjadi "Superman Is Dead" - yang seenak udelnya dimaknai sebagai: tak ada manusia yang sempurna.
Pada mula kemunculan, akhir 95, SID pekat teracuni warna Green Day & NOFX. Seiring beringsutnya waktu, inspirasi musikal SID bergeser ke genre Punk 'N Roll a la Supersuckers, Living End & Social Distortion.
Imej yang frontal hendak ditonjolkan oleh SID ke publik, self-described as: "Blitzkrieg 3-chordsabilly Beer Punk Rock" (think raw energy of Ramones vs Living End meets Supersuckers + Sid Vicious' nihilism yet supersonicaly fueled with beer-soaked Rockabilly attitude… Ribet, kan? Horeee…)
SID sendiri telah menerbitkan 3 indie album (Case 15 - thn 95; Superman Is Dead - thn 99; Bad, Bad, Bad - Maret 2002, berformat mini album - berisikan 6 lagu). Menuju pelebaran skala wilayah pencapaian publik, fajar 2003 SID - bekerjasama dengan Spills Record - merilis ulang "Bad, Bad, Bad" dalam bentuk single (4 lagu). Maret 2003, SID menandatangani kontrak dengan Sony Music Indonesia. Yang oh mengejutkan, Sony Music berbesar hati mempersilakan SID riang gembira terus bernyanyi dalam lirik mayoritas berbahasa Inggris. Tepatnya 70% Inggris, 30% Indonesia. Wow. Sony Music nekat (namun terukur)? Atau beranggapan sudah saatnya menancapkan jejak monumental? Atau semata capek/males/bosen/ngantuk dibombardir ewuh pakewuh etos adiluhung Punk Rock oleh kontingen big badass Balinese beer band bernama SID? Whoa... (Hey, whatever it is, the history of Indonesian Punk Rock has just begun. And miracles are real, mind you)
Kilas balik, pra-tragedi bom SID agresif diundang berkiprah di kafe-kafe internasional di seantero Kuta yang mana SID dipersilakan memuntahkan gubahan sendiri (baca: bukan sebagai cover band). Esensial dicatat, untuk skala lokal hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di Bali. Di masa silam, legiun band yang beraksi di pub-pub di Kuta hanya diijinkan mengusung ciptaan orang lain an sich.
Popularitas SID perlahan kian menjulang ketika satu demi satu tembang SID - yang dominan berlirik Inggris - ultra frekuentif diputar di radio-radio lokal berpengaruh ya di Bali ya (melebar) ke Jawa >dus, percaya atau tidak, lagu-lagu SID malah telah gencar juga diperdengarkan di radio-radio di Australia, Swedia dan jazirah Skandinavia lainnya.
Langkah fenomenal SID bisa disebut dimulai pada Agustus 2002 saat menjadi band pembuka Hoobastank di Hard Rock Hotel, Kuta, Bali. Kemudian tengah September '02 SID duhai mencengangkan sukses mengobrak-abrik Senayan di acara Puma Street Games. Berlanjut Desember 02 SID digjaya meluluhlantakkan PL Fair. Berikutnya diwawancara oleh MTV Sky, M97 FM, Prambors, dsb, serta masif diekspos oleh hampir seluruh majalah remaja populer nasional. Di Hai edisi tahunan 2002-2003 - bersama Rocket Rockers - SID dimunculkan sebagai The Next Big Thing. Pun oleh MTV Trax SID dinobatkan sebagai band potensial 2003.
BLINGSATAN !
DATA
Nama: BLINGSATAN
Tanggal/Tahun Berdiri: 2004
Genre: Street Rock / Alternative / Pop Punk / Rock
Personel/Instrumen:
1. Arief (vokal, bas)
2. Saka a.k.a. Zack (gitar, vokal)
3. Amir (drum, perkusi)
STILL VIRGIN
Satrio – guitar and back voc
Irmaz – bass and voc
Ayuz – guitar
Adrie – drum
Dalam perjalanannya Still Virgin banyak ter-influence band-band luar seperti Lagwagon, Useless id, No use for a name, Dustbox, Totalfat dan sering membawa kan lagu-lagu mereka, selain itu Still Virgin juga membawa kan lagu-lagu karya Still Virgin sendiri.
Sekitar awal 2008 Still Virgin memutuskan menambah satu personil untuk mengisi posisi Bass agar Irmaz dapat fokus untuk mengisi Vocal saja hingga akhirnya posisi Bass di isi oleh Fachmi.
Di tengah berjalannya terus Still Virgin, Ayus tiba-tiba memutuskan untuk hengkang dari band karena dia harus fokus terhadap kuliah nya.
Line-up berubah kembali tetapi kali ini Adrie yang sebelumnya menempati posisi Drum bergeser untuk menempati posisi Guitar. Untuk mengisi kekurangan di posisi Drum akhirnya Jacka di ajak untuk bergabung mengisi posisi Drum.
Akhirnya setelah beberapa kali bergonta-ganti formasi, ini lah formasi Still Virgin :
Satrio – Guitar
Irmaz – Vocal
Adri – Lead Guitar, Backing Vocal
Fachmi – Bass, Backing Vocal
Jaka – Drum
Still Virgin sempat beberapa kali mengikuti kompilasi dan menghasilkan “4way split album” dengan menggandeng tiga band, yaitu Lost The Hope, Rock Mini, dan Noise Addict.
Selama Berjalan selama dua tahun dalam bermusik , akhirnya Still Virgin dapat merampungkan album pertama nya pada tahun 2008 yang di rilis pada bulan juni yang di beri nama “Dream, Hope and Reality”.
Setelah album “Dream Hope and Reality” keluar, dengan kreativitas yang tak terbatas Still Virgin berusaha untuk membuat album kedua yang bertajuk “Completing An Endless Friendship” yang di rilis pada April 2009 oleh Simpleton Melodies Records. Lalu di bulan Mei 2009, Still Virgin membuat Launching album ke-2 tersebut bertempat di Gedung Korem-Bogor, dan pada acara tersebut terjual lebih dari 1500 tiket (sold out!). Pada album kedua ini Still Virgin terlihat lebih matang dalam segi musikalitas dan materi lagu yang padat berkualitas. Hal itu terbukti dengan beberapa lagu yang sering ikut dinyanyikan oleh penonton seperti hits “Hate To Miss Someone”, “Grow Fat With You”, “Kembali Pergi Dan Menghilang”, dan single-single kita seperti “Merangkai Imajinasi”, “Signification Without Explanation” dan juga “Dear Ndut!.
Pada awal tahun 2010, karena adanya perbedaan visi dan misi antara Jacka dengan personil Still Virgin yang lain, akhirnya Jacka yang mengisi posisi Drum mengundurkan diri dan untuk saat ini Still Virgin belum mempunyai Drummer tetap. Posisi Drum pun kini diisi oleh Rexa ( Jack the ripper / Konflik) sebagai additional kita.
Sampai kini Still Virgin terus berusaha eksis di dalam dunia musik dan menambah bentuk kemajuan di dalam perjalanan Still Virgin sendiri. Still Virgin berharap dengan terus berjalannya band ini dapat membawa angin segar dalam perubahan musik di Indonesia yang terus berkembang.
Adapun visi dan misi Still Virgin sendiri adalah menjadikan musik sebagai suatu warna kehidupan yang mampu berperan sebagai pelengkap kebutuhan hidup manusia, menampilkan musik yang bisa diterima oleh semua kalangan serta mampu menghibur, khususnya kalangan muda yang banyak mengalami dinamika perkembangan zaman dan menampilkan performa terbaik bagi para pendengar Still Virgin baik dalam live stages maupun dalam karya musik (materi lagu) yang Still Virgin hasilkan.
Endank Soekamti
Berawal dari keisengan & banci tampil, Erix mengajak Ari & Dori untuk memikat lawan jenis dengan nge-jam di sebuah event di malam pergantian tahun. Aplaus segelintir orang yang memadati Java Café Yogya menggema setiap lagu selesai dimainkan.
Setelah itu mereka mulai latihan di studio untuk persiapan mengikuti beberapa acara lokal. Anehnya mereka tidak pernah lolos seleksi & berakhir sebagai penggembira. Merasa dendam & tak puas sebagai penonton, mereka merubah strategi dengan membuat 2 lagu demo, setelah itu melakukan pendekatan ke radio-radio. Alhasil 2 lagu mereka sukses diputar di radio-radio & berbuah album kompilasi. Berkat lagu yang tiap pagi siang & malam mereka request sendiri di radio sebagai pancingan, Yogyakarta pun pelan-pelan mulai mengenal Endank Soekamti sampai akhirnya tiba juga banyak orang suka & me-request lagu mereka.. Boomm!!! 6 bulan menjadi top request. Endank Soekamti meroket di kota sendiri. Mulai dari situ tawaran manggung tidak pernah sepi… Bahkan hampir semua event lokal di kampus-kampus menampilkan mereka sebagai bintang tamu.
Belum puas dengan botol sebagai bayaran, mereka memutuskan untuk berjuang menuju industri musik nasional. Di akhir tahun 2002 mereka mencoba membuat demo secara digital recording di rumah sendiri untuk dikirim ke label-label besar di Jakarta. Karena bosan menunggu tanggapan dari Jakarta, Erix-Dory-Ari melakukan diskusi dengan senior-senior musisi di Yogya, di situlah Pongky Jikustik dan Tony traX terinspirasi untuk membuat sebuah label & merekrut Endank Soekamti sebagai artisnya.
Sabtu, 15 Oktober 2011
♥ Paramore
Paramore
| Paramore | |
|---|---|
Vokalis Hayley Williams (tengah), mantan-drummer Zac Farro (kiri) dan bassist Jeremy Davis (kanan) tampil di Vans Warped Tour pada Agustus 2007 | |
| Latar belakang | |
| Asal | Franklin, Tennessee, AS |
| Genre | Alternative rock[1] Power pop[2] Pop punk[3] |
| Tahun aktif | 2004–sekarang |
| Label | Fueled by Ramen |
| Situs web | Paramore.net |
| Anggota | |
| Hayley Williams Taylor York Jeremy Davis | |
| Mantan anggota | |
| Jason Bynum John Hembree Hunter Lamb Josh Farro Zac Farro | |
Paramore merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Grup musik ini bermarkas di Franklin, Tennessee. Saat ini mereka beranggotakan 3 orang yaitu vokalis Hayley Williams, Bassist Jeremy Davis, dan gitaris Taylor York. Sejak terbentuk, mereka telah mengeluarkan 3 studio-album (All We Know Is Falling, Riot!, dan Brand New Eyes) dan 1 EP (The Summer Tic EP) serta sebuah live-album (The Final Riot!)
Sejarah
Paramore dibentuk pada tahun 2004 di Franklin, Tennessee, Amerika Serikat oleh vokalis Hayley Williams, gitaris Josh Farro dan Taylor York, drummer Zac Farro, serta bassist Jason Clarke. Namun pada saat mereka akan masuk ke dunia major label, pihak label kurang setuju dengan keberadaan Taylor York dan Jason Clarke. Kemudian Hayley membawa bassist Jeremy Davis dan gitaris Jason Bynum untuk menggantikan mereka, dan pihak label pun setuju. Paramore lalu menandatangani kontrak dengan Fueled by Ramen pada April 2005.[4][5] Nama Paramore sendiri dikabarkan diambil dari nama ibu dari bassist pertama mereka.[6]
2005-2006: All We Know Is Falling
Album pertama mereka berjudul All We Know Is Falling dan dirilis pada Juli 2005. Dari album ini mereka merilis 3 single, yaitu: Pressure, Emergency, dan All We Know. Meskipun begitu, album ini dibuat tanpa kehadiran bassist Jeremy Davis. Hal tersebut dikarenakan tepat sebelum proses rekaman, Jeremy memutuskan untuk keluar dari band. Oleh karena itu, album ini dirilis dengan hanya 4 personil yang dikreditkan. Sebenarnya kepergian Jeremy memberikan dampak yang besar pada Paramore saat itu, dan hal tersebut menginspirasi Hayley untuk menulis lagu All We Know, dimana di dalam lagu tersebut berisi baris "All We Know Is Falling".[5] Di album ini juga terdapat lagu Conspiracy, yang merupakan lagu pertama yang ditulis bersama oleh semua personil. Pada lagu "My Heart" terdapat satu-satunya scream dari Josh Farro sebagai backing vocal.
Selama tour AWKIF, Paramore merekrut John Hembree sebagai bassist untuk tour.[7] Walapun begitu, tidak lama kemudian Jeremy kembali bergabung dengan Paramore sebagai bassist tentunya.[8] Ketika Paramore merilis Emergency sebagai single kedua dari album ini, Jason Bynum sudah tidak lagi berada di Paramore dan digantikan oleh Hunter Lamb.[9] Pada tahun 2007, Hunter Lamb juga memutuskan untuk keluar dari band untuk menikah.[9]
2007-2008: Riot! dan proyek lain
Dengan beranggotakan 4 orang, Paramore merilis album kedua mereka yaitu Riot! pada Juni 2007. Dari album ini mereka merilis 4 single: Misery Business, Hallelujah, Crushcrushcrush, dan That's What You Get. Single pertama mereka, Missery Business, menerima kritik positif dan menjadi hits secara instant, membuat nama Paramore semakin melejit.
Selama tour Riot!, mereka merekrut teman lama mereka, Taylor York, sebagai gitaris tambahan untuk tour.[10] Pada Februari 2008, Paramore membatalkan 6 konser mereka di Eropa untuk menyelesaikan permasalahan internal yang menyelimuti band. Dibawah semua tekanan itu mereka merilis single That's What You Get pada Maret 2008. Namun, setelah sepertinya menyelesaikan permasalahan internal band, pada Mei 2008 Hayley menyatakan bahwa Paramore akan berada pada tour The Final Riot!. Di tour ini, mereka merekam konser mereka untuk membuat sebuah album live bernama "The Final Riot!" yang dirilis pada November 2008.
Pada Oktober 2008 Paramore merilis sebuah single berjudul Decode yang diambil dari OST. film Twilight Saga. Mereka berkontribusi memberikan 2 lagu pada OST tersebut yaitu Decode dan I Caught Myself.[11] Pada bulan November, video klip dari Decode memulai pemutaran perdana. "Decode" dibawah nama film Twilight membawa Paramore semakin terkenal, terutama di kalangan remaja putri penggemar film drama. "Decode" menjadi nominasi di MTV movie awards untuk kategori "Best Soundtrack".
2009-2010: Brand New Eyes dan kepergian Farro bersaudara
Pada tahun 2009, Paramore merilis album ketiga mereka yang berjudul "Brand New Eyes" pada tanggal 29 September yang bertepatan pada ulang tahun gitaris mereka, Josh Farro. Pada album ini, Taylor York telah menjadi anggota tetap Paramore, sehingga kali ini mereka merilis album dengan personil 5 orang. Paramore menyatakan bahwa album ini telah mempererat hubungan mereka sebagai band, setelah sebelumnya sempat terjadi keretakan. Untuk itulah mereka memberi nama album ini "Brand New Eyes" yang menggambarkan sudut pandang baru dari setiap personil. Dari album ini mereka merilis 5 single: Ignorance, Brick By Boring Brick, The Only Exception, Careful, dan Playing God.[12][13][14][15]
Pada 18 Desember 2010, melalui situs resmi Paramore, mereka menyatakan bahwa kakak-beradik Josh Farro ( Novel American ) dan Zac Farro ( Novel American ) resmi keluar dari Paramore[16]. Hayley mengatakan bahwa belakangan ini mereka sudah merasa tidak bahagia di Paramore. Namun dengan jumlah personil 3 orang, Hayley Williams, Jeremy Davis, dan Taylor York menyatakan untuk tetap melanjutkan apa yang telah mereka jalani selama ini.[17][18] Pada 22 Desember, Josh, melalui sebuah blog kontroversial, menceritakan versinya sendiri tentang alasan dia dan adiknya keluar dari Paramore.[19]
2011-sekarang Paramore tanpa Farro bersaudara
Pada tanggal 10 Januari 2011, dalam sebuah wawancara dengan MTV, Hayley Williams mengatakan bahwa meskipun band kehilangan dua dari anggota pendiri, mereka akan merilis musik baru pada 2011, meskipun belum diketahui apakah mereka akan berhasil merekam full album untuk rilis tahun ini, atau hanya rilis beberapa lagu. Mereka juga mengaku bahwa gaya Paramore adalah mungkin untuk mengubah dengan lineup baru, tetapi menjelaskan bahwa band masih akan mempertahankan suara mereka.[20]
Pada tanggal 2 Februari, 2011, Josh Farro dikonfirmasi nama band barunya, Novel American.[21][22][23] Zac juga telah menegaskan band barunya, Half Noise.
Pada tanggal 21 Maret 2011, Paramore menyatakan pada berbagai laporan mereka di jejaring sosial bahwa mereka memasuki sebuah studio di Los Angeles dengan produser Rob Cavallo untuk merekam album mereka berikutnya.[24][25] Pada tanggal 7 Juni 2011, Paramore merilis singel "Monster", masuk dialbum Transformers: Dark of the Moon – The Album. Ini adalah lagu pertama yang driilis band tanpa Farro bersaudara.[26]
Pada tanggal 9 Juni 2011, Hayley Williams mengumumkan bahwa band mulai menulis album keempat mereka, yang mereka berharap untuk mulai merekam pada akhir tahun, berharap untuk rilis di awal 2012.[27] Paramore sempat konser di Bali dan Jakarta pada tanggal 17 dan 19 Agustus 2011 dengan membawakan 18 lagu.[28]
Diskografi
- All We Know Is Falling (2005)
- Riot! (2007)
- Brand New Eyes (2009)
Personil
Anggota Tetap
- Hayley Williams — Vokal (2004-sekarang)
- Jeremy Davis — Bass (2004-sekarang)
- Taylor York — Gitar (2008-sekarang)
Anggota Tour
- Jon Howard — gitar-rhythm, keyboard, backing vocal (2010-sekarang)
- Justin York — gitar-rhythm (2011-sekarang), gitar-lead (2009)
- Josh Freese — Drum (2011–sekarang)
Mantan Anggota
- John Hembree — bass (2005)
- Jason Bynum — gitar-rhythm, backing vocals (2004–2005)
- Hunter Lamb — gitar-rhythm (2005–2007)
- Josh Farro — gitar-lead, backing vocal (2004–2010)
- Zac Farro — drum, perkusi (2004-2010)
♥ Nymphea
Nymphea, terbentuk pada tanggal 4 Januari 2005, adalah sebuah band berasal dari Bali, Indonesia.
Menurut beberapa pengamat musik, Nymphea merupakan band yang memiliki vocal wanita dengan karakter yang kuat dan enerjik, serta dibalut dengan musik yang cadas bernafaskan Rock. Musik mereka banyak mendapat pengaruh dari musisi ataupun band-band berbasis Rock seperti Sugarcult, AFI, Nirvana, Bjork, Hole, Foo Fighters, Dream Theatre, Rancid, Social Distortion, Jewel, No Doubt, dan banyak lagi yang lainnya. Karena banyaknya variasi pengaruh dari musik berbasis rock inilah, akhirnya Nymphea terbentuk menjadi band yang mengusung aliran Alternative Rock.
Nama Nymphea berasal dari kata “nymph” (Inggris), yang berarti bidadari, dan di bubuhi huruf “e” dan “a” untuk mempermudah pelafalannya.
Sebulan berjalan, belum pernah mencicipi manis pahitnya panggung, Nymphea telah menciptakan 5 (lima) lagu, semua berbahasa Inggris, dan memutuskan untuk membawanya ke dapur rekaman. Mengumpulkan semua modal yang ada, mencetak cover CD ala “home-made-sablon”, mengkopi CD secara manual siang dan malam, mereka berhasil menduplikasi mini album bertitel “Farewell” tersebut sebanyak 500 keping CD. Mini album itu awalnya dibagikan secara gratis kepada teman-teman, media lokal, dan event organizer, tetapi pada saat vocalist-nya, Sari, ke Perth, Australia, untuk menyelesaikan urusan perkuliahannya, dia mampu menjual sampai hampir 100 keping CD seharga AU$5. Sedikit bantuan pengembalian modal awal yang sangat membanggakan bagi mereka yang merasa diri sebagai band yang masih sangat muda.
Seminggu setelah pembagian mini album berlangsung, Nymphea sudah mulai menerima panggilan tugas ke medan perang para musisi, “Akhirnya kita bakal manggung!” kata mereka pertama kali mendapat tawaran mengisi sebuah acara. Melalui berbagai macam event, terkumpullah dukungan yang kuat dari para penggemar, teman, media dan pengamat musik. Berkat dukungan itu, pada bulan Agustus 2008, Nymphea dengan bangga merilis album perdananya “Malaikatmu”.
Band yang awalnya dibentuk hanya untuk pelepasan dahaga bermusik, setelah merasakan indahnya rasa diatas panggung, mulai terasa keseriusannya. Seiring waktu, datanglah cobaan yang merupakan salah satu cobaan terberat yang dapat dialami sebuah band. Pergantian personel.
Formasi awal Nymphea : Sari (vocal), Sogol (guitar), Arie (bass), Risky (drum). Tahun 2007, Nymphea kehilangan 2 (dua) personelnya. Karena tuntutan pekerjaan dan orang tua, mundurlah Arie yang kemudian digantikan oleh Sodick, dan Risky yang digantikan oleh Guzt. Kemudian pada akhir tahun 2008, Sogol juga harus meninggalkan Nymphea untuk memfokuskan pikiran pada usaha keluarganya. Nymphea kemudian mengangkat Sony sebagai guitarist pada awal 2009.
Jadi, formasi Nymphea sampai saat ini :
• Sari (Vocal)
• Sony (Guitar)
• Sodick (Bass)
• Guzt ( Drum)
*sumber : http://www.nympheabali.com/biography/biografi/

